This blog is all the outpouring of my feelings, about me. My inspiration to create this blog is to him: ')
Rabu, 25 April 2012
Minggu, 08 April 2012
''permintaan sebuah diary''
Hari yang melelahkan dengan teriknya
matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu
terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di
kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang
gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.
“Dilla..!!”
teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu,
mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla,
kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba
kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri.
Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis.
Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah,
Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk
bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai
bicara.
“Ayah nggak akan pernah
tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah
nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah takakan bisa mewujudkannya!” ucap
Dilla.
Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ayah merengut dan tiba-tiba memarahi Dilla.
“Apa
sih yang kamu mau? Ayah sudah memberikan semua yang kamu minta.
Pakaian, handphone, laptop, accessories dan barang-barang lainnya yang
Ayah rasa kamu tidak gunakan. Sekarang kamu mau apa? Ayah capek… capek…
ngeladenin kamu!”
Mendengar
ucapan ayahnya, sakit hati Dilla semakin menjadi-jadi. Perlahan air
matanya keluar. Tetes demi tetes menggambarkan kehidupannya yang kelam.
“Kalau
Ayah memang tak mau ngurusin aku, mendingan Ayah buang saja aku. Biar
Ayah nggak capek lagi dan bisa senang-senang dengan kehidupan Ayah yang
nggak jelas itu!” Semuanya ia ungkapkan saat itu juga dan akhirnya ia
lari pergi meninggalkan Ayahnya.
“Dilla…!!” teriak ayahnya yang lari mengejarnya.
Larian
panjangnya tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tak
layak huni. Langkah kakinya bagaikan tersedot rumah itu. Ia mencoba
mengetuk pintu rumah itu.Namun tak ada orang yang membukakannya. Ia
terus mengetuk pintu itu berkali-kali. Namun tetap tak ada jawaban.
Akhirnya
ia mencoba membuka pintu itu. Pintunya tidak dikunci. Ketika ia melihat
ke dalam rumah itu, betapa terkejutnya ia. Ia melihat seorang wanita
tergeletak tak sadarkan diri dari balik dinding rumah itu.
“Bunda…Bunda…!!” teriaknya dengan air mata yang terus menetes.
“Bunda..!Bangun
Bunda..! Bangun…” Dilla mencoba menyadarkan wanita yang ternyata
ibunya. Ibunya Dilla tetap tidak sadarkan diri. Dilla pun mulai putus
asa. Ingin rasanya ia membawa ibunya ke rumah sakit. Namun, ia tidak
bisa membawa ibunya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti
ibunya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat ibunya di rumah itu,
hingga ibunya sembuh.
^_^
Sudah
dua hari Dilla menginap di rumah itu. Namun ayahnya tak kunjung
menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan ayahnya hingga
ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, satu; karena ayahnya tidak tau
rumah ini. Dua; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.
Di rumah kecil itu, Dilla lebih
merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia
mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan
duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah
besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak
berguna.
Ibu Dilla sudah sembuh. Dilla
pun berpamitan dengan ibunya. Ia takut ayahnya akan marah besar kalau
ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang
tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.
Sesampainya di rumah, Dilla
langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia
mencurahkan isi hatinya dalam buku harian.
Malam harinya, ayah Dilla pun pulang. Ia langsung menuju kamar Dilla untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
Ketika pintu kamar Dilla dibuka, Dilla pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya.
“Dilla..
Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang
sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Dilla.
“Nginep rumah teman, Yah.” Jawab Dilla singkat.
“Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya ayah dengan nada pelan.
“Ayah!
Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta
yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua
orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak
pernah mengerti apa maksudku!” bentak Dilla. Emosinya memuncak drastis.
“Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak ayah dengan nada tinggi.
Ucapan
ayahnya membuat Dilla merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan
hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Dilla
merintih kesakitan dan akhirnya pingsan.
Melihat sang anak pingsan, sang ayah langsung membawa Dilla ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.
Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Ayah Dilla pun menghampirinya.
“Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
“Penyakit??” Tanya Ayah Dilla heran.
“Penyakit leukimianya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
Seketika itu pun ayah Dilla terkejut.
Penyakit leukemia? Stadium empat? Batinnya.
“Maaf,
Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit leukemia.
Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap
Ayah Dilla.
“Bapak jangan
bercanda. Dilla itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani.
Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah
bingung.
Ayah Dilla semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.
Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Dilla tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
“Dok,
boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta ayah Dilla
sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya
itu dirawat.
Di dalam kamar itu, ia melihat
seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang
menderanya. Dimanakah sosok seorang ayah yang dia punya? Mengapa ia tak
tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang ayah dengan
anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah
suara kecil. Ya, suara Dilla.
“Ayah..” ucapnya lemah.
“Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
“Ayah..
Aku mau minta sesuatu dari ayah. Aku mau…” Ucapan Dilla semakin lemah.
Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat
itu, detik itu, Dilla menghembuskan nafas terakhirnya sebelum
mengatakan keinginannya itu.
Tangisan
langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya,
ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu.
Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
^_^
Dua
hari setelah kepergian Dilla, sang ayah terus saja berdiam diri di
rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah
uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Dilla dengan masuk ke
dalam kamar Dilla. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang
membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di
bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.
Deardiary…
Aku tak tau apa yang sedang ku alami
Semuanya berubah begitu saja.Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku
larut dalam kegelapan
Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemiaku. Aku tidak ingin mereka
mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
Cukup aku yang merasakan sakit ini.
Deardiary…
Ya Allah…
Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi menahan
cobaan ini.
Ya Allah..
Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
Ayah… yang Dilla minta selama ini adalah itu.
Dilla minta Ayah menjemput ibu di rumah kecil di bawah jembatan tua.
Dan Dilla ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
akhir hayat.
Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.
Tetesan air mata berjatuhan.
Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Dilla pergi menjemput
mantan istrinya itu sesuai kehendak Dilla.
Di rumah kecil itu, ia melihat
mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan
mengatakan tentang kepergian Dilla.
Mendengar berita itu, sang ibu
langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak
bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Dilla, kedua orangtuanya
pun bersatu kembali.
Cerpen Sedih
10 out of
10
based on
100 ratings.
Jumat, 16 Maret 2012
Masa-masa suasana UTS
Gue pada pertama masuk kelas, gue kira gak enak sekelas sama
anak’’ TL cz, denger’’ isu’’nya kalo anak’’ TL alay’’ and bandel, makanya pas w
denger isu begitu, gue rada’’ ilfil ..
Eh ternyata pas gue sebangku sama anak TL. pas hari pertama
gue kira, anaknya gg enak.and tukang ngadu. kan gue, bawa kebetan noh, takutnya
dia ngadu ke guru. eh ternyata, dy jga tukang ngebet geblek hhhahaha..
Pas hari ke dua dan seterusnya, ternyata anaknya asik lho,
diajakin kerja sama.. tapi dia anaknya rada’’ oon, hhaha.. nah, tapi dy jga
bawa kebetan, and nyontek dari depan temennya..
Apalagi pas ulangan ipa tuch, gue kan ngebet, tapi gak gue
liat kebetan gue, geblek ya hhaha.. cz w gg berani, soalnya diawasin sama
butom. Yaudah mumpung kertas ulangan gue sama anak TL itu sama, yaudah kerja
sama hhha, tentram banget men ckckk.. sampe diktein jawaban dari dia,
wkkwkwkakak, tentram bner dah haha.. moga aja hasilnya memuaskan gg malu’’in
amien ckckk..
Sebelah gue, berisik banget, paling berisik malah hha,
ngegodain ibu modus mulu, hahha.. enak
banget diajarin sama bu modus tentram hhaha.. udah gurunya
mesem’’ mulu, baik si hahaha..
Masa dia bilang gini, sama gue. udah si, buka aja kebetannya
slow sama ibu modusmah biarin gue yang tanggung preeeettt haha..
gue ulangan ketawa’’ mulu, kocak banget sumpah
dah.. sampe gg berhenti ngakak ckckck..
Pas ulangan kkpi noh, gue juga kerja sama.. tapi dia mah
kagak mikir, Cuma ngambil contekan orang doank pinternya hha.. tapi gue juga
dikasi tau si, sama depannya temennya sebangku gue, dia juga baek wkwkkwwkkwk..
yang bikin gue ngakak kan gue nyuruh temen sebangku gue nanya kedepan temennya,
eh malah gue minta diambilin tip-ex , kan oon.. gue nyuruh apa, dia
ngomong apa hhahaha..
Eh pas ulangan ips, gue ketawa mulu.. pokoknya tiada hari tanpa ketawa, gue
sebangku sama itu orang wkwkwkwwkwkakak.. dia nanya ke gue ..
dia : " penemu rempah"
siapa ??
gue : " nah mana gue tau, kata gue. wkwkwkkakak..
dia ngeliat ulangan gue
yang duduk didepannya jga ..
katanya temen sebangku gue,
dia : " lu bukannya udah selesai ??
gue : " iyya
si, udah. tapi mau gue perbanyak lagi biar nilainya bagus ..
ojan : " gue mah kalo begitu, udah gue kumpulin hha..
dia : " tulisannya bagus" amir, ngapain bagus" buat ulangan doank.
gue : " gue diem aja, (dalem kata hati gue) yaialah gue, harus bagus donk tulisannya.
Namanya juga sekretaris ckckkc..
kata dia, temen sebangku gue . dia nanya lagi''..
dia : " emang
lo yang blum yang mana si ??
gue : " yang faktor kelangkaan, lo tau gak apaan.??
dia : " ohh itu, jawabannya fosil kan, ??
gue : " hah fosil kata gue, gak salah, itu mah
pelajaran sejarah. Bukan kali, yang gue tanya pelajaran ekonomi,
dia : "ohh iyya hemptt, gue tau apaan jawabannya..
gue : emang apaan ??
dia : " itu tuh
langka. Kawin diusia muda. Kan langka tuh, lu tulis aja.
gue : " peak
lo.. masa gue tulis begitu, ada’’ aja lu,
dia : " lah bener kan, emang
langka, lu tanya aja depan gue, ya kan, jan ??
ojan : " iyya bener, lu tulis aja. cepetan, keburu, gak selesai noh tinggal
nulis itu doank.
gue : " ah sesat lo, bedua -,- ..
yaudah gue ngasal aja. make feeling gue.
tapi gak ngasal’’ banget. hahhaa.. geblek ya, mereka ckckkck..
Dan akhirnya anak tpl pulang dia gg ada uts plh, yaudah gue
sendiri dech, gg ada temen sebangkunya. Tapi, pas pelajaran plh, gurunya enak
lho, gue diajarin sama bu modus ckckck. Boleh nyontek and boleh ngebet lagi
hahha keren kan keren ckckck, coba guru dari awal kayak gitu, tentram gue hha..
Udah begitu doank cerita gue masa’’ uts tadi.. dan gue libur
seminggu dech acikkk ckckck :D..
fifi rahimayanti
Rabu, 07 Maret 2012
mata senyuman cintaku
ada mata yang tak
bisa kutatap
ada senyum yang tak bisa kubalas
ada perasaan
yang muncul di dalam hati
dan hari itu aku putuskan
kuingin
menatap mata itu lagi
kuingin membalas senyum kecilnya
dan
perasaan ini pun jauh semakin dalam
kutemukan
kau di lain
hari
kutatap indah matamu
kubalas senyuman itu
kusampaikan
isi hatiku
aku jatuh cinta
denganmu
'' help me :'( ''
Ya allah, ya rohman, ya rohim, ya malik, ya kudus, ya salam, ya mukmin,
ya muhaimin. Tolong aku ya allah :'(.
Hambamu ini sedang bnyak pikiran, dalam memikirkan ujian tengah semester besok..
Tenangkan hambamu ini ya allah, berikan ktenangan dalam mengerjakan, soal uts hari senin depan ya allah.
Saya teramat takut, sangat takut. Takut nilai hambamu ini jelek, atau kurang.
Saya gak mau, orang tua saya kecewa, melihat nilai saya jelek. Tolong hambamu ini ya allah, cerdaskanlah aku, ya allah tolong, mav jika hambamu ini banyak dosa. Banyak bnget pikiran diotak saya, tentang pelajaran ya allah..
Senin depan, saya masuk siang, pulang sore, kapan selesai belajarnya ya allah, segitu bnyaknya pelajaran yang akan diuji, ya allah engkau yg maha pengasih lg maha pnyayang, berikan aku kemudahan, dalam mengerjakan soal uts ya allah. Hambamu duduk didepan, tolong aku ya allah, bismillah hirrahmannirahim..
Hambamu ini sedang bnyak pikiran, dalam memikirkan ujian tengah semester besok..
Tenangkan hambamu ini ya allah, berikan ktenangan dalam mengerjakan, soal uts hari senin depan ya allah.
Saya teramat takut, sangat takut. Takut nilai hambamu ini jelek, atau kurang.
Saya gak mau, orang tua saya kecewa, melihat nilai saya jelek. Tolong hambamu ini ya allah, cerdaskanlah aku, ya allah tolong, mav jika hambamu ini banyak dosa. Banyak bnget pikiran diotak saya, tentang pelajaran ya allah..
Senin depan, saya masuk siang, pulang sore, kapan selesai belajarnya ya allah, segitu bnyaknya pelajaran yang akan diuji, ya allah engkau yg maha pengasih lg maha pnyayang, berikan aku kemudahan, dalam mengerjakan soal uts ya allah. Hambamu duduk didepan, tolong aku ya allah, bismillah hirrahmannirahim..
Sabtu, 14 Januari 2012
''seandainya lo itu gak ada''
Seandainya lo itu, gak ada.. Mungkin w gak akan kayak gini :')..
Lo yang dulunya istimewa banget, yg dulunya slalu ngejar" gue, yg slalu nanya" gue di chatting, tapi gak pernah, gue ladenin chattingannya,
disaat gue tanggepin lo di chatting, lo minta nomer gue.. Gue kasih, and lo sms gue :')..
Disaat lo sms gue, gue itu lagi, galau"nya banget, karena abis ditinggal pergi sama mantan w, yg menghilang tiba"..
Lo sms gue trus, lo baik banget pas itu, and w sdikit nyaman smsan sama lo,..
Beberapa hari kmudian, lo nembak gue, and w jawabnya.. Besok pagi, dengan jawaban, iya gue terima lo jdi cowok gue :) ..
Disaat itu, gue sdikit udah lupa sama mantan gue yg brengsek itu,..
Disaat w jadian sama lo, w kyra lo anak yg baik, yg bisa ngertiin gue, yg bisa ngejaga gue..
Tapi rupanya, gak sama sekali :')..
Lo jahat banget, jahat.. Lo suka ngmong kasar sama gue, lo cuek banget sama gue..
Percuma kehadiran lo, membuat w makin bertambah galau..
Disaat w pacaran yg ke 12 hari w putusin lo, saking sakitnya hati gue, karna lo gak ngertiin, perasaan gue.. Tapi lo gak mau w putusin, katanya lo sayang sama gue
disaat gue berantem sama lo, hari ke 13, lo bilang gini sama gue, knp lo gak mutusin w aja kalo gitu, yaudah lo ngmong gitu, w bner" putusin lo :'), yg padahal didalem hati gue yang terdalam blum sepenuhnya gue mau kehilangan lo,
sakit, banget, banget pas itu, and w nangis disaat mlm itu, and w jg sakit, badan w panas berhari" and susah banget buat makan, itu karena lo..
W jga sering mimpiin lo, gtw knp, semenjak w putus sama lo..
Disaat w bnr" sayang sama lo, lo malah kayak gitu, lo cuek sama gue, kasar sama gue, ditambah w tanya ke temen lo, kata lo biarin aja, sadar gak si, lo itu cuek bnget sama gue, sampe w bner" gak tahan, ngerasain sakit itu sakit, bnr" nyesek banget..
Dan semenjak putus, besoknya w masi sms'san sama lo,
disaat udah beberapa hari, w lg deket sama cowo, itu jg tmn sekelasnya dy,
and semenjak itu jg, dy jarang sms w lg, jarang chatting sama w, jarang ngelike status w
sadar gak sih lo itu udah bikin w jadi gila, gara'' lo , lo yg dulunya ngechatting w mulu, and gak pernah w bls, slalu w cuekin, tapi lonya tetep baik, tapi knp lo jadi berubah disaat itu, knp :'(, lo udah bikin w sayang sama lo, seharusnya lo gak usah kenalan sama w, seharusnya w gak usah lebih deket sama lo, jadi perasaan w gak kayak gini,
yaudahlah cukup tau w sama lo, semoga lo, gak mainin perasaan cewek'' yg lainnya itu pesan w aja, terimakasih atas perasaan yang lo mainin ke w selama 13 hari :') .. 01-09-11 end 13-09-11 pertemuan singkat :') ..
Jumat, 23 Desember 2011
Langganan:
Postingan (Atom)







