Tiap manusia itu gak sempurna.
begitupun w yang sangat gak sempurna :') .
Jangan salahin w kalo w begini.
emang udah ditakdirkan begini dari allah.
Jangan salahin w, karena w gak tau apa" :')..
Jadi tolong. Bisa menghargai orang.
W emang gak sempurna seperti kalian :').
Dan sekarang w jg nyadar..
Jadi kembali ke octa yang dulu hha :')..
W
emang sering sakit. Sering bngt malah. Bahkan mata w pun susah bngt
buat ngeliat orang. Tangan w suka gemeteran ditambah kagetan.
W jg gak mau begini.
Inget waktu w, smp :'). Sering bngt w dikerjain sama kk angkt w dulu. Gara" gak terima kalo w pacaran sma dy.
Dy yg ngebuat w berubah jadi gini. Jadi berani. Jadi semangat. Tapi dy pindah :').
Sekarang,
kejadian dulu terulang lg. W jdi ngedrop lemah. Gak ada semangat. Dan
merasa kalo w ini emang bnr" gak sempurna. Tapi tolong jangan diomongin
depan w. Sakit tau T_T.
Buat lo. mana w tau. Kalo dy suka sama w. Knp marahnya jadi sama w. Bahkan ngatain w nusuk bngt.
Inget ya !!! W kecil aja cakep. Apa lagi kalo w tinggi.
Makanya urusin dulu tuh pacar lu.
Emang lu nya aja yg jelek. Omongan lo jg jelek.
Gak usah ngerendahin orang segala. Ngerasa sempurna lo. Muka aja udah kayak bak sampah. Pantesan pacarnya ngelirik w.
Tapi tolong mba. Jangan ngerendahin w begitu. W jg tau. Kalo w gak sempurna. W jg gak mau.
Sakit tau sakit. Direndahin kayak gini. Sakit
T_T.
W harus gimana. Buat ngilangin rasa sakit ini. Sakit bngt. Dan w merasa gak berguna dan minder dari yang lain :).
Lagian
knp si. Kok w kecil. Kok w sering sakit"tan. Mata w min. Segala macem
lah. W kan jg gak mau allah . Knp w gini. Sumpah omongan lo ya.
Dan
buat lo jg. Udah punya cewe. Ngapain pke segala. Kerumah w. Taikk. Kalo
bosen sama cewe lu. Jangan suka sama w. Jagain itu omongan cewe lu.
Nyakitin tau gak si taik..
This blog is all the outpouring of my feelings, about me. My inspiration to create this blog is to him: ')
Kamis, 03 Mei 2012
"Seni itu muncul dari perasaan"
Cipt : fifi rahimayanti
awalnya aku tak mengerti apa arti dari seni.
disaatku kecil. Akupun masi tak mengerti. Kenapa seni itu indah dan kenapa seni itu ada. :')
aku mulai belajar. Dan mencari sebuah arti dari seni .
ku goreskan gambar dikertasku. Hasilnya bagus :).
Disaat itupun aku masih tak mengerti. Karena aku menggambar dengan melihat dari sudut pandang mata..
Tapi, saatku smp kugoreskan lagi gambar dikertasku.
Kumainkan pensilku mengikuti jalur hatiku. Dan akupun mulai sedikit mengerti. Tapi masi blum paham.
Saatku bermain piano. Ku mencari kunci nada itu berulang kali. Mencari nada itu pun dengan perasaan. Ku tuliskan nadanya.
Dan sekarang. Aku mengerti. Seni itu muncul dari perasaan yang mendalam. Sangat-sangat dalam.
Menyanyi tanpa perasaan hasilnya akan lurus. Tanpa nada tinggi rendahnya suatu nada.
Menari tanpa perasaan. Hasilnya akan lurus. Tanpa sesuai nada irama musik yang berjalan.
Begitupun dengan penulis. Tanpa perasaan. Hasilnya akan tidak menarik. Seperti cerita tanpa arah tujuan.
Apa kalian mengerti arti dari perasaan..
Perasaan dari seni.
ber'inspirasi mengikuti suatu lorong yang jauh. Sangat" jauh. Mempunyai daya khayal yang tinggi. Mengikuti arah imajinasi.
Disitulah aku mulai mengerti
awalnya aku tak mengerti apa arti dari seni.
disaatku kecil. Akupun masi tak mengerti. Kenapa seni itu indah dan kenapa seni itu ada. :')
aku mulai belajar. Dan mencari sebuah arti dari seni .
ku goreskan gambar dikertasku. Hasilnya bagus :).
Disaat itupun aku masih tak mengerti. Karena aku menggambar dengan melihat dari sudut pandang mata..
Tapi, saatku smp kugoreskan lagi gambar dikertasku.
Kumainkan pensilku mengikuti jalur hatiku. Dan akupun mulai sedikit mengerti. Tapi masi blum paham.
Saatku bermain piano. Ku mencari kunci nada itu berulang kali. Mencari nada itu pun dengan perasaan. Ku tuliskan nadanya.
Dan sekarang. Aku mengerti. Seni itu muncul dari perasaan yang mendalam. Sangat-sangat dalam.
Menyanyi tanpa perasaan hasilnya akan lurus. Tanpa nada tinggi rendahnya suatu nada.
Menari tanpa perasaan. Hasilnya akan lurus. Tanpa sesuai nada irama musik yang berjalan.
Begitupun dengan penulis. Tanpa perasaan. Hasilnya akan tidak menarik. Seperti cerita tanpa arah tujuan.
Apa kalian mengerti arti dari perasaan..
Perasaan dari seni.
ber'inspirasi mengikuti suatu lorong yang jauh. Sangat" jauh. Mempunyai daya khayal yang tinggi. Mengikuti arah imajinasi.
Disitulah aku mulai mengerti
"r.a.s.a"
cipt : :fifi rahimayanti
Setiap manusia mempunyai rasa..
Perasaan yang mendalam yang ada didalam hatinya.
Rasa yang ada dalam jiwanya.
Apakah arti rasa yang sebenarnya..
Apa rasa itu arti dari suka ?
Apa suka itu, arti dari rasa ?
Aku tak mengerti.
Aku masih belajar apa itu arti dari rasa..
2 nama. Dan 2 sifat yang berbeda..
2 nama dan 2 arti yang berbeda..
2 nama 2 inspirasi yang berbeda..
Aku disini, masih berpikir.
Apakah rasa itu.
Aku bingung dan aku takut.
Aku takut dengan cinta.
Aku takut dengan waktu.
Aku takut dengan apa yang terjadi.
Aku takut.
Aku takut dy meninggalkanku.
Aku takut. Dibuang seperti sampah begitu saja.
Dan aku takut,
Aku hanya manusia yang buta, tentang apa arti cinta.
Aku hanya manusia yang polos, tentang apa arti cinta.
Aku tak mengerti.
Dan aku
Aku masih takut dengan cinta. Aku takut.
Yang ku tau,
cinta itu dimulai dari rasa.
Dan jatuh kedalam hati.
Tapi, yang ku tau cinta itu, bisa
hilang begitu saja.
Aku meyakini dalam hati..
Bahwa rasa cinta adalah.
Pengorbanan yang tulus. Dan menerima apa adanya dngan apa yang ada.
Mencintai kelebihannya. Dan mencintai kekurangannya.
Menjaganya dengan tulus. Bukan hanya sekedar mncintai fisiknya. Itu arti dari cinta yang sebenarnya..
Tapi, apa ada orang seperti itu,
entahlah. Aku bingung dengan apa arti dari rasa yang sesungguhnya.
Jagalah aku. Hargai aku. Bukan cintai aku :').
Setiap manusia mempunyai rasa..
Perasaan yang mendalam yang ada didalam hatinya.
Rasa yang ada dalam jiwanya.
Apakah arti rasa yang sebenarnya..
Apa rasa itu arti dari suka ?
Apa suka itu, arti dari rasa ?
Aku tak mengerti.
Aku masih belajar apa itu arti dari rasa..
2 nama. Dan 2 sifat yang berbeda..
2 nama dan 2 arti yang berbeda..
2 nama 2 inspirasi yang berbeda..
Aku disini, masih berpikir.
Apakah rasa itu.
Aku bingung dan aku takut.
Aku takut dengan cinta.
Aku takut dengan waktu.
Aku takut dengan apa yang terjadi.
Aku takut.
Aku takut dy meninggalkanku.
Aku takut. Dibuang seperti sampah begitu saja.
Dan aku takut,
Aku hanya manusia yang buta, tentang apa arti cinta.
Aku hanya manusia yang polos, tentang apa arti cinta.
Aku tak mengerti.
Dan aku
Aku masih takut dengan cinta. Aku takut.
Yang ku tau,
cinta itu dimulai dari rasa.
Dan jatuh kedalam hati.
Tapi, yang ku tau cinta itu, bisa
hilang begitu saja.
Aku meyakini dalam hati..
Bahwa rasa cinta adalah.
Pengorbanan yang tulus. Dan menerima apa adanya dngan apa yang ada.
Mencintai kelebihannya. Dan mencintai kekurangannya.
Menjaganya dengan tulus. Bukan hanya sekedar mncintai fisiknya. Itu arti dari cinta yang sebenarnya..
Tapi, apa ada orang seperti itu,
entahlah. Aku bingung dengan apa arti dari rasa yang sesungguhnya.
Jagalah aku. Hargai aku. Bukan cintai aku :').
"kenyataan"
cipt : fifi rahimayanti
Terpendam,sedih,ingat,rindu bercampur tangis..
Satu paket didalam rasa yang ada didalam jiwa ini :')..
mungkin aku mendambanya :')..
seorang yang membuatku bahagia saat melihatnya. Seorang yang selalu membuatku ber'inspirasi didalam khayalku. Seorang penyemangat didalam hidupku.
Itulah dy yang aku kagumi :').
Aku hanya manusia lemah, sangat" lemah..
Aku punya dua mata..
Tapi sayang, mataku tak berguna :'.
Kenyataan adalah mimpi buruk yang pahit
iia imajinasiku, tapi sayang tlah pergi :'(.
Aku salah.
Dan kenyataan pada mataku. Yaitu buram.
Buram tak terlihat pada pandangan.
Buram, tak terlihat dari kejauhan. Dan Buram, tak terlihat, ketika iia senyum.
Rasa kagum rasa cinta, rasa sayang, rasa suka itu beda.
Sangat" beda.
Orang yangku kagumi. Saat melihatnya terasa bahagia. Kagum dengan apa yang ada didalam dirinya. Baik sifatnya. Cara bicaranya. Itu yang membuatku kagum :').
Tapi rasa cinta itu jg beda. Rasa cinta adalah. Rasa yang tulus mencintainya. Menerima apa adanya. Saling terbuka masalah. Dan saling mengerti, satu sama lain. Tapi sayang, Aku bukan tipe orang yang pengertian :').
Sekarang aku kehilangan imajinasiku. Pengagumku.
Dan mulai saat itu,
aku hanya bisa berharap. Berharap untuk kembali lagi, kembali seperti awal . Disaatku bahagia melihatnya. Hingga aku kagum.
Jika tak kembali, aku hanya bisa berharap. Kejadian saat aku bahagia melihatnya. Dy yang menyemangatiku itu ter'ulang. Berharap :'.
Terpendam,sedih,ingat,rindu bercampur tangis..
Satu paket didalam rasa yang ada didalam jiwa ini :')..
mungkin aku mendambanya :')..
Mendamba seorang yang aku kagumi sejak itu.
seorang yang membuatku bahagia saat melihatnya. Seorang yang selalu membuatku ber'inspirasi didalam khayalku. Seorang penyemangat didalam hidupku.
Itulah dy yang aku kagumi :').
Aku hanya manusia lemah, sangat" lemah..
Aku punya dua mata..
Tapi sayang, mataku tak berguna :'.
Kenyataan adalah mimpi buruk yang pahit
iia imajinasiku, tapi sayang tlah pergi :'(.
Aku salah.
Dan kenyataan pada mataku. Yaitu buram.
Buram tak terlihat pada pandangan.
Buram, tak terlihat dari kejauhan. Dan Buram, tak terlihat, ketika iia senyum.
Rasa kagum rasa cinta, rasa sayang, rasa suka itu beda.
Sangat" beda.
Orang yangku kagumi. Saat melihatnya terasa bahagia. Kagum dengan apa yang ada didalam dirinya. Baik sifatnya. Cara bicaranya. Itu yang membuatku kagum :').
Tapi rasa cinta itu jg beda. Rasa cinta adalah. Rasa yang tulus mencintainya. Menerima apa adanya. Saling terbuka masalah. Dan saling mengerti, satu sama lain. Tapi sayang, Aku bukan tipe orang yang pengertian :').
Sekarang aku kehilangan imajinasiku. Pengagumku.
Dan mulai saat itu,
aku hanya bisa berharap. Berharap untuk kembali lagi, kembali seperti awal . Disaatku bahagia melihatnya. Hingga aku kagum.
Jika tak kembali, aku hanya bisa berharap. Kejadian saat aku bahagia melihatnya. Dy yang menyemangatiku itu ter'ulang. Berharap :'.
Rabu, 25 April 2012
Minggu, 08 April 2012
''permintaan sebuah diary''
Hari yang melelahkan dengan teriknya
matahari dan sapuan udara bercampur debu. Daun-daun berguguran lalu
terbang tersapu angin. Terlihat sesosok gadis kecil duduk termenung di
kursi taman pusat kota. Terdengar teriakan seseorang dari arah belakang
gadis itu.
“Dilla…!” Teriakan itu membuat gadis kecil yang ternyata bernama Dilla itu terkejut dan langsung membalikkan tubuhnya.
“Dilla..!!”
teriak orang itu lagi. Setelah dia melihat orang yang memanggilnya itu,
mukanya tiba-tiba memerah dan sepertinya ada rasa geram darinya.
“Dilla,
kamu ke mana saja, Nak? Ayah mencarimu dari tadi pagi. Kenapa tiba-tiba
kamu kabur?” Tanya orang itu yang ternyata adalah ayah Dilla sendiri.
Dilla tetap diam. Wajahnya tetap murung dengan sedikit tatapan sinis.
Ayahnya mencoba bicara lagi.
“Ayolah,
Nak. Beritahu Ayah. Kamu mau apa?” Sang ayah terus membujuknya untuk
bicara. Perlahan wajah Dilla mulai kelihatan tenang. Dan ia pun mulai
bicara.
“Ayah nggak akan pernah
tau apa yang kuinginkan, karena Ayah nggak pernah perhatiin aku. Ayah
nggak akan pernah mengerti dan sampai kapanpun Ayah takakan bisa mewujudkannya!” ucap
Dilla.
Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ia mengatakan semua yang ada di benaknya. Perasaan yang dulu ia pendam. Dan sekarang perasaan itu sudah memuncak dan tak dapat dikendalikan lagi.
Ayah merengut dan tiba-tiba memarahi Dilla.
“Apa
sih yang kamu mau? Ayah sudah memberikan semua yang kamu minta.
Pakaian, handphone, laptop, accessories dan barang-barang lainnya yang
Ayah rasa kamu tidak gunakan. Sekarang kamu mau apa? Ayah capek… capek…
ngeladenin kamu!”
Mendengar
ucapan ayahnya, sakit hati Dilla semakin menjadi-jadi. Perlahan air
matanya keluar. Tetes demi tetes menggambarkan kehidupannya yang kelam.
“Kalau
Ayah memang tak mau ngurusin aku, mendingan Ayah buang saja aku. Biar
Ayah nggak capek lagi dan bisa senang-senang dengan kehidupan Ayah yang
nggak jelas itu!” Semuanya ia ungkapkan saat itu juga dan akhirnya ia
lari pergi meninggalkan Ayahnya.
“Dilla…!!” teriak ayahnya yang lari mengejarnya.
Larian
panjangnya tiba-tiba berhenti di depan sebuah rumah kecil yang tak
layak huni. Langkah kakinya bagaikan tersedot rumah itu. Ia mencoba
mengetuk pintu rumah itu.Namun tak ada orang yang membukakannya. Ia
terus mengetuk pintu itu berkali-kali. Namun tetap tak ada jawaban.
Akhirnya
ia mencoba membuka pintu itu. Pintunya tidak dikunci. Ketika ia melihat
ke dalam rumah itu, betapa terkejutnya ia. Ia melihat seorang wanita
tergeletak tak sadarkan diri dari balik dinding rumah itu.
“Bunda…Bunda…!!” teriaknya dengan air mata yang terus menetes.
“Bunda..!Bangun
Bunda..! Bangun…” Dilla mencoba menyadarkan wanita yang ternyata
ibunya. Ibunya Dilla tetap tidak sadarkan diri. Dilla pun mulai putus
asa. Ingin rasanya ia membawa ibunya ke rumah sakit. Namun, ia tidak
bisa membawa ibunya sendirian. Dan walaupun ia lakukan itu, yang pasti
ibunya akan marah dengannya. Akhirnya, ia merawat ibunya di rumah itu,
hingga ibunya sembuh.
^_^
Sudah
dua hari Dilla menginap di rumah itu. Namun ayahnya tak kunjung
menjemputnya. Ada dua alasan yang mungkin terjadi dengan ayahnya hingga
ayahnya tidak bisa menjemputnya. Yaitu, satu; karena ayahnya tidak tau
rumah ini. Dua; karena ayahnya sibuk dengan pekerjaannya.
Di rumah kecil itu, Dilla lebih
merasa ceria. Karena ia merasa tidak kesepian. Di rumah itu, ia
mempunyai teman ngobrol, mencurahkan isi hatinya, berbagi suka dan
duka, tertawa bersama dan hal-hal menarik lainnya. Ketimbang di rumah
besar yang sunyi, sepi, senyap, hanya bertemankan harta yang tidak
berguna.
Ibu Dilla sudah sembuh. Dilla
pun berpamitan dengan ibunya. Ia takut ayahnya akan marah besar kalau
ia tak kunjung pulang. Ia merasa tersiksa dengan perceraian kedua orang
tuanya yang berakibat buruk terhadap masa depannya.
Sesampainya di rumah, Dilla
langsung masuk ke kamarnya, menguncinya, dan seperti biasa, ia
mencurahkan isi hatinya dalam buku harian.
Malam harinya, ayah Dilla pun pulang. Ia langsung menuju kamar Dilla untuk memastikan anaknya itu sudah pulang atau tidak.
Ketika pintu kamar Dilla dibuka, Dilla pun spontan terkejut, ia langsung menyembunyikan buku hariannya.
“Dilla..
Kamu sudah pulang, Nak. Kamu ke mana aja kemarin? Kenapa nggak bilang
sama Ayah?” sang Ayah mencoba menginterrogasi Dilla.
“Nginep rumah teman, Yah.” Jawab Dilla singkat.
“Kenapa kamu nginep rumah teman? Emangnya kamu nggak punya rumah?” Tanya ayah dengan nada pelan.
“Ayah!
Aku kesepian di rumah ini. Aku tidak merasa bahagia dengan semua harta
yang Ayah berikan. Aku cuma minta perhatian dan kasih sayang kedua
orang tuaku. Dan kalian selaluu ada di sampingku. Tapi Ayah tidak
pernah mengerti apa maksudku!” bentak Dilla. Emosinya memuncak drastis.
“Terus apa maumu?! Bagaimana Ayah bisa tahu, kalau kamu nggak ngasih tahu Ayah!!” bentak ayah dengan nada tinggi.
Ucapan
ayahnya membuat Dilla merasakan sakit yang luar biasa. Sekarang bukan
hatinya saja yang sakit, seluruh tubuhnya juga ikut sakit. Dilla
merintih kesakitan dan akhirnya pingsan.
Melihat sang anak pingsan, sang ayah langsung membawa Dilla ke rumah sakit. Dan langsung ditangani oleh dokter terhandal.
Sesaat kemudian, dokter keluar dengan wajahnya yang kelihatan pucat. Ayah Dilla pun menghampirinya.
“Penyakitnya kambuh lagi.” Ucap dokter itu.
“Penyakit??” Tanya Ayah Dilla heran.
“Penyakit leukimianya sudah stadium empat!” Lanjut dokter.
Seketika itu pun ayah Dilla terkejut.
Penyakit leukemia? Stadium empat? Batinnya.
“Maaf,
Dok. Setahu saya, anak saya tidak pernah mengidap penyakit leukemia.
Apalagi sampai stadium empat. Saya tidak mengerti maksud Anda!” Ucap
Ayah Dilla.
“Bapak jangan
bercanda. Dilla itu pasien lama saya. Sudah 2 tahun ia saya tangani.
Kok Bapak sampai tidak tau masalah ini?” Jelas dokter dengan wajah
bingung.
Ayah Dilla semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan dokter tersebut.
Sudah 2 tahun? Tapi mengapa Dilla tidak pernah mengatakannya? Batinnya lagi.
“Dok,
boleh saya masuk ke dalam? Saya mau jenguk anak saya!” Pinta ayah Dilla
sambil mengarahkan telunjuknya ke kamar tempat anak semata wayangnya
itu dirawat.
Di dalam kamar itu, ia melihat
seorang gadis kecil mempertaruhkan nyawanya melawan sakit yang
menderanya. Dimanakah sosok seorang ayah yang dia punya? Mengapa ia tak
tau apa yang terjadi dengan anaknya? Apakah batin seorang ayah dengan
anaknya tidak terikat? Ditengah lamunannya, ia dibuyarkan oleh secercah
suara kecil. Ya, suara Dilla.
“Ayah..” ucapnya lemah.
“Iya, Nak.” Ujar ayahnya sambil meneteskan air mata.
“Ayah..
Aku mau minta sesuatu dari ayah. Aku mau…” Ucapan Dilla semakin lemah.
Denyut nadinya semakin cepat. Nafasnya terengah-engah. Dan pada saat
itu, detik itu, Dilla menghembuskan nafas terakhirnya sebelum
mengatakan keinginannya itu.
Tangisan
langsung meluap dari kedua mata sang ayah. Sampai akhir hayat anaknya,
ia tidak dapat mengabulkan permintaan anaknya itu.
Dan sekarang ia tidak tau harus bagaimana. Ia tidak tau apa yang anaknya inginkan. Dan ia tidak tau bagaimana mewujudkannya.
^_^
Dua
hari setelah kepergian Dilla, sang ayah terus saja berdiam diri di
rumah. Ia sekarang sadar, harta yang paling berharga baginya bukanlah
uang tetapi keluarga. Ia pun mencoba mengenang Dilla dengan masuk ke
dalam kamar Dilla. Ia membereskan kamar anaknya itu. Ketika ia sedang
membereskan tempat tidur, tak sengaja ia menemukan sebuah diary di
bawah bantal. Ia pun kemudian membuka diary itu, dan membacanya.
Deardiary…
Aku tak tau apa yang sedang ku alami
Semuanya berubah begitu saja.Perceraian Ayah dan Bunda telah membuatku
larut dalam kegelapan
Aku tak bisa melihat masa depanku nanti.
Sekarang aku mencoba menahan penyakit leukemiaku. Aku tidak ingin mereka
mengetahuinya. Aku tidak ingin kedua orang tuaku saling menyalahkan.
Cukup aku yang merasakan sakit ini.
Deardiary…
Ya Allah…
Kenapa Kau berikan cobaan ini kepadaku?
Kenapa Kau memberikan sakit ke Bundaku?
Kenapa Kau buat Ayah melupakanku?
Kenapa aku tidak pernah bisa menjadi orang yang lebih sabar lagi menahan
cobaan ini.
Ya Allah..
Yang hambaMu inginkan cuma satu. Tolong persatukan keluarga kami lagi.
Tolong satukan Ayah dan Bunda agar Ayah bisa merawat Bunda.
Karena mungkin hamba tidak bisa merawat Bunda lagi.
Karena mungkin Kau akan memanggil hamba.
Jadi hamba mohon, persatukan keluarga hamba.
Ayah… yang Dilla minta selama ini adalah itu.
Dilla minta Ayah menjemput ibu di rumah kecil di bawah jembatan tua.
Dan Dilla ingin Ayah menjaga dan merawat Bunda untuk selamanya. Hingga
akhir hayat.
Amiiinn… Ya Rabbal A’lamin.
Tetesan air mata berjatuhan.
Isak tangis meluap. Sekarang.. saat itu juga ayah Dilla pergi menjemput
mantan istrinya itu sesuai kehendak Dilla.
Di rumah kecil itu, ia melihat
mantan istrinya duduk termenung. Ia pun mendekatinya dan perlahan
mengatakan tentang kepergian Dilla.
Mendengar berita itu, sang ibu
langsung menangis. Ia tak dapat menerima semua itu. Namun, ia pun tidak
bisa mengelak takdir illahi. Sesuai keinginan Dilla, kedua orangtuanya
pun bersatu kembali.
Cerpen Sedih
10 out of
10
based on
100 ratings.
Jumat, 16 Maret 2012
Masa-masa suasana UTS
Gue pada pertama masuk kelas, gue kira gak enak sekelas sama
anak’’ TL cz, denger’’ isu’’nya kalo anak’’ TL alay’’ and bandel, makanya pas w
denger isu begitu, gue rada’’ ilfil ..
Eh ternyata pas gue sebangku sama anak TL. pas hari pertama
gue kira, anaknya gg enak.and tukang ngadu. kan gue, bawa kebetan noh, takutnya
dia ngadu ke guru. eh ternyata, dy jga tukang ngebet geblek hhhahaha..
Pas hari ke dua dan seterusnya, ternyata anaknya asik lho,
diajakin kerja sama.. tapi dia anaknya rada’’ oon, hhaha.. nah, tapi dy jga
bawa kebetan, and nyontek dari depan temennya..
Apalagi pas ulangan ipa tuch, gue kan ngebet, tapi gak gue
liat kebetan gue, geblek ya hhaha.. cz w gg berani, soalnya diawasin sama
butom. Yaudah mumpung kertas ulangan gue sama anak TL itu sama, yaudah kerja
sama hhha, tentram banget men ckckk.. sampe diktein jawaban dari dia,
wkkwkwkakak, tentram bner dah haha.. moga aja hasilnya memuaskan gg malu’’in
amien ckckk..
Sebelah gue, berisik banget, paling berisik malah hha,
ngegodain ibu modus mulu, hahha.. enak
banget diajarin sama bu modus tentram hhaha.. udah gurunya
mesem’’ mulu, baik si hahaha..
Masa dia bilang gini, sama gue. udah si, buka aja kebetannya
slow sama ibu modusmah biarin gue yang tanggung preeeettt haha..
gue ulangan ketawa’’ mulu, kocak banget sumpah
dah.. sampe gg berhenti ngakak ckckck..
Pas ulangan kkpi noh, gue juga kerja sama.. tapi dia mah
kagak mikir, Cuma ngambil contekan orang doank pinternya hha.. tapi gue juga
dikasi tau si, sama depannya temennya sebangku gue, dia juga baek wkwkkwwkkwk..
yang bikin gue ngakak kan gue nyuruh temen sebangku gue nanya kedepan temennya,
eh malah gue minta diambilin tip-ex , kan oon.. gue nyuruh apa, dia
ngomong apa hhahaha..
Eh pas ulangan ips, gue ketawa mulu.. pokoknya tiada hari tanpa ketawa, gue
sebangku sama itu orang wkwkwkwwkwkakak.. dia nanya ke gue ..
dia : " penemu rempah"
siapa ??
gue : " nah mana gue tau, kata gue. wkwkwkkakak..
dia ngeliat ulangan gue
yang duduk didepannya jga ..
katanya temen sebangku gue,
dia : " lu bukannya udah selesai ??
gue : " iyya
si, udah. tapi mau gue perbanyak lagi biar nilainya bagus ..
ojan : " gue mah kalo begitu, udah gue kumpulin hha..
dia : " tulisannya bagus" amir, ngapain bagus" buat ulangan doank.
gue : " gue diem aja, (dalem kata hati gue) yaialah gue, harus bagus donk tulisannya.
Namanya juga sekretaris ckckkc..
kata dia, temen sebangku gue . dia nanya lagi''..
dia : " emang
lo yang blum yang mana si ??
gue : " yang faktor kelangkaan, lo tau gak apaan.??
dia : " ohh itu, jawabannya fosil kan, ??
gue : " hah fosil kata gue, gak salah, itu mah
pelajaran sejarah. Bukan kali, yang gue tanya pelajaran ekonomi,
dia : "ohh iyya hemptt, gue tau apaan jawabannya..
gue : emang apaan ??
dia : " itu tuh
langka. Kawin diusia muda. Kan langka tuh, lu tulis aja.
gue : " peak
lo.. masa gue tulis begitu, ada’’ aja lu,
dia : " lah bener kan, emang
langka, lu tanya aja depan gue, ya kan, jan ??
ojan : " iyya bener, lu tulis aja. cepetan, keburu, gak selesai noh tinggal
nulis itu doank.
gue : " ah sesat lo, bedua -,- ..
yaudah gue ngasal aja. make feeling gue.
tapi gak ngasal’’ banget. hahhaa.. geblek ya, mereka ckckkck..
Dan akhirnya anak tpl pulang dia gg ada uts plh, yaudah gue
sendiri dech, gg ada temen sebangkunya. Tapi, pas pelajaran plh, gurunya enak
lho, gue diajarin sama bu modus ckckck. Boleh nyontek and boleh ngebet lagi
hahha keren kan keren ckckck, coba guru dari awal kayak gitu, tentram gue hha..
Udah begitu doank cerita gue masa’’ uts tadi.. dan gue libur
seminggu dech acikkk ckckck :D..
fifi rahimayanti
Langganan:
Postingan (Atom)




