Di batas-batas kerinduan dan kehampaan tak terasa airmata menetes di pipiku
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah
Rasa itu, tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku, rasa yang sering sekali aku tepis dan aku musnahkan
Harus saya akui, sejak tahu apa artinya ‘mengagumi’ dan bagaimana rasa itu bisa membangkitkan rasa yang lain dalam dada dan kepala serta imajinasi, saya telah jatuh cinta berkali-kali. Entah itu cinta yang utopis, cinta nggak ‘real’, ataupun cinta yang beneran dan terjadi di planet bumi yang beratmosfir ini. Pokoknya perasaannya sama: terkagum-tergila-kangen-ingin tahu lebih banyak tentang dia-selalu mau jumpa, serta membangkitkan imajinasi, dan menggerakkan jemari saya untuk menulis (bila jatuh cinta atau suka seseorang, biasanya saya menulis tentang dia: orang tersebut)
Itulah tangis cinta terpendam pertama yang saya rasakan. . Meski sekarang agak geli bila mengingatnya, tapi tangis masih tertahan
Bait bait puisi curahan hati tentang perasaan cinta dan juga kebohongan yang membingungkan hati.. ada rasa sayang yang terpendam.. Kesabaran akan membuahkan hasil yang manis. . walau pikiran dan mataku terus-menerus menolak mengingatnya
(diary, love, memory, Poem, uneg-uneg,)
Menggantungkan kembali asa yang terpendam dan hasrat penuh kerinduan.
walau hanya kenangan aku ingin mengingatnya kan ku catat semuanya hingga rapi .
Simpan semua rasa yang terpendam,, izinkan Cinta menjaga jiwa yang lelah. .
Terus terang, saya khawatir saya akan melupakan dia. Bila tak bertemu lagi atau tak menatap lagi matanya, saya ngeri saya akan mampu melupakannya. Saya nggak mau lupa sama dia. Tapi imajinasi dan perasaan itu harus dibantu untuk tetap ada dan tersimpan di hati
Hati yang mati suri, tiba-tiba terjaga dan berkata bahwa sesungguhnya rasa masih ada
Sekeras apapun kumencoba, selemah apapun daya tuk mengingatnya
Hati miliki pilihannya sendiri yang tak bisa diatur oleh akal
Kukira aku tak punya lagi hasrat untuk bertemu
Kukira aku takkan lagi melihatmu seindah seperti dulu
Hanya setumpuk perkiraanku saja yang salah
Rasa itu, tiba-tiba saja hadir menghampiri hatiku, rasa yang sering sekali aku tepis dan aku musnahkan
Harus saya akui, sejak tahu apa artinya ‘mengagumi’ dan bagaimana rasa itu bisa membangkitkan rasa yang lain dalam dada dan kepala serta imajinasi, saya telah jatuh cinta berkali-kali. Entah itu cinta yang utopis, cinta nggak ‘real’, ataupun cinta yang beneran dan terjadi di planet bumi yang beratmosfir ini. Pokoknya perasaannya sama: terkagum-tergila-kangen-ingin tahu lebih banyak tentang dia-selalu mau jumpa, serta membangkitkan imajinasi, dan menggerakkan jemari saya untuk menulis (bila jatuh cinta atau suka seseorang, biasanya saya menulis tentang dia: orang tersebut)
Itulah tangis cinta terpendam pertama yang saya rasakan. . Meski sekarang agak geli bila mengingatnya, tapi tangis masih tertahan
Bait bait puisi curahan hati tentang perasaan cinta dan juga kebohongan yang membingungkan hati.. ada rasa sayang yang terpendam.. Kesabaran akan membuahkan hasil yang manis. . walau pikiran dan mataku terus-menerus menolak mengingatnya
(diary, love, memory, Poem, uneg-uneg,)
Menggantungkan kembali asa yang terpendam dan hasrat penuh kerinduan.
walau hanya kenangan aku ingin mengingatnya kan ku catat semuanya hingga rapi .
Simpan semua rasa yang terpendam,, izinkan Cinta menjaga jiwa yang lelah. .
Terus terang, saya khawatir saya akan melupakan dia. Bila tak bertemu lagi atau tak menatap lagi matanya, saya ngeri saya akan mampu melupakannya. Saya nggak mau lupa sama dia. Tapi imajinasi dan perasaan itu harus dibantu untuk tetap ada dan tersimpan di hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar